Browse By

Mahasiswa Bekasi Utara Gelar Aksi Damai di Kantor Bupati, Tuntut Pemerataan Pembangunan

CIKARANG, Swarajakarta News. – Gelombang aspirasi mahasiswa kembali mewarnai pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum Remaja Mahasiswa Utara menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus penyampaian aspirasi terkait isu ketimpangan pembangunan di wilayah Utara Bekasi yang dinilai masih tertinggal dibandingkan wilayah pusat dan selatan.

Para mahasiswa menuntut komitmen nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk melakukan pemerataan infrastruktur, pendidikan, dan fasilitas kesehatan yang selama ini dianggap belum menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan utara secara maksimal.

Tuntutan Utama: Infrastruktur hingga Kesenjangan Sosial

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, Forum Remaja Mahasiswa Utara menyoroti beberapa poin krusial yang menjadi landasan aksi mereka. Mereka menilai bahwa potensi besar di Bekasi Utara, mulai dari sektor kelautan hingga pertanian, belum diimbangi dengan kebijakan yang pro-rakyat.

Poin-poin aspirasi yang disampaikan dalam aksi damai:

  • Pemerataan Infrastruktur Jalan: Banyaknya akses jalan utama di wilayah utara yang mengalami kerusakan parah tanpa perbaikan permanen selama bertahun-tahun.
  • Akses Pendidikan Tinggi: Minimnya fasilitas pendidikan dan sarana penunjang bagi pemuda di wilayah utara untuk mengakses pendidikan berkualitas.
  • Penyelesaian Masalah Lingkungan: Sorotan terhadap pencemaran limbah dan dampak rob yang sering melanda pemukiman warga di wilayah pesisir Bekasi.
  • Transparansi Anggaran Pembangunan: Mahasiswa mendesak Pemkab Bekasi untuk membuka data alokasi anggaran pembangunan agar masyarakat dapat memantau distribusi dana secara adil.

Mahasiswa Desak Dialog Terbuka dengan Pj Bupati Bekasi

Massa aksi berharap dapat bertemu langsung dengan Penjabat (Pj) Bupati Bekasi atau perwakilan pejabat berwenang untuk menyerahkan petisi tuntutan mereka. Forum ini menekankan bahwa aksi mereka murni merupakan bentuk kepedulian putra daerah terhadap kemajuan kampung halamannya.

“Kami datang bukan untuk merusak, tetapi untuk mengingatkan bahwa Bekasi bukan hanya Cikarang atau Tambun. Bekasi Utara juga bagian dari kabupaten ini yang berhak mendapatkan kemajuan yang sama,” ujar salah satu koordinator lapangan dalam orasinya.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan dari aparat Satpol PP dan kepolisian setempat. Mahasiswa mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika tuntutan dan poin-per-poin yang mereka sampaikan tidak mendapatkan respon tertulis atau tindakan nyata dari pemerintah daerah dalam waktu dekat.

Langkah Kedepan: Menanti Respons Pemerintah Daerah

Pihak Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bekasi dikabarkan telah menerima perwakilan mahasiswa untuk melakukan mediasi awal. Pemerintah berjanji akan meninjau kembali usulan pembangunan yang masuk dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) untuk memprioritaskan wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Harapan Masyarakat Bekasi Utara:

  1. Rehabilitasi Jalan: Perbaikan jalur logistik di wilayah Utara guna mendukung ekonomi masyarakat.
  2. Pembangunan Fasilitas Kesehatan: Penambahan Puskesmas atau RSUD di wilayah yang jauh dari pusat kota.
  3. Beasiswa Putra Daerah: Program khusus bagi mahasiswa asal Bekasi Utara untuk menempuh pendidikan tinggi.

Kontrol Sosial Mahasiswa demi Pembangunan Inklusif

Aksi damai Forum Remaja Mahasiswa Utara ini menegaskan pentingnya peran kontrol sosial dari elemen pemuda terhadap jalannya pemerintahan. Ketimpangan pembangunan adalah isu serius yang harus segera diselesaikan agar visi Bekasi Makin Berani tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, dari ujung selatan hingga pesisir utara.