Browse By

Di Balik Layar The Bell: Kolaborasi Sineas Muda dan Senior di Industri Perfilman Nasional

Salah satu adegan film The Bell (credit: MBK Production)

JAKARTA, Swara Jakarta – Industri perfilman Indonesia kembali menunjukkan taringnya melalui karya terbaru bertajuk The Bell: Panggilan untuk Mati. Film horor yang mengangkat folklor lokal Belitung ini menjadi sorotan bukan hanya karena ceritanya yang mencekam, tetapi juga karena proses produksi film The Bell yang menjadi potret ideal kolaborasi lintas generasi antara sineas muda dan senior.

Resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Mei 2026, film ini menghadirkan sinergi apik antara visi kreatif sutradara muda Jay Sukmo dengan bimbingan tangan dingin produser kawakan Avesina Soebli.

Jembatan Kreativitas Lintas Generasi

Sinemata Buana Kresindo berhasil membangun jembatan komunikasi yang produktif dalam proses produksinya. Sutradara Jay Sukmo membawa kesegaran visual dengan eksperimen tiga aspek rasio gambar yang berbeda untuk menggambarkan periode waktu.

“Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan situasi, bukan sekadar jumpscare. Bimbingan dari para senior membantu saya mengemas visi teknis ini menjadi narasi yang tetap kuat secara emosional,” ujar Jay.

Di sisi lain, kehadiran aktor senior Mathias Muchus memberikan bobot tersendiri bagi film ini. Baginya, keterlibatan dalam proyek ini adalah upaya menjaga standar kualitas konten di tengah gempuran tren horor instan. “Film ini memperkenalkan Penebok bukan sekadar hantu, tapi bagian dari mitos masyarakat yang memiliki makna mendalam,” ungkapnya.

Standar Baru Produksi Film Berkualitas

Kualitas produksi film The Bell juga dibuktikan dengan keberhasilan film ini menembus pasar internasional. The Bell dijadwalkan berpartisipasi dalam Cannes Film Market pada 12–20 Mei 2026 di Perancis. Langkah ini mempertegas bahwa kolaborasi antara energi muda dan pengalaman senior mampu menghasilkan karya yang kompetitif secara global.

Selain aspek visual, kualitas audio pun sangat diperhatikan. Lagu “Penuh Kenangan” yang dibawakan oleh Egha De Latoya hadir memperkuat suasana emosional, melengkapi teror mencekam yang dialami oleh para karakter utama yang diperankan oleh Bhisma Mulia, Ratu Sofya, dan Shaloom Razade.

Isu Sosial yang Relevan

Meskipun berbalut horor, film ini menyentil isu modern yang sangat relevan: obsesi terhadap viralitas di era digital. Kisah sekelompok YouTuber yang memicu petaka demi konten menjadi pengingat bagi penonton mengenai batasan antara hiburan dan konsekuensi dunia nyata.

Setelah sukses menggelar special screening di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, hingga Belitung, kini masyarakat dapat menikmati hasil kolaborasi hebat ini di layar lebar secara serentak.

Dukung Terus Karya Sineas Tanah Air!

Keberhasilan industri film kita bergantung pada dukungan penonton setianya. Jangan lewatkan pengalaman horor berkelas yang memadukan tradisi dan inovasi visual. Dukung terus karya sineas tanah air, tonton hasil kolaborasi hebat ini hanya di bioskop!

Dapatkan informasi terbaru mengenai jadwal tayang dan kegiatan roadshow di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang melalui akun Instagram resmi @thebell.film.

Drias Production   Mbk Production