Browse By

SMK Go Global: Cegah Culture Shock di Luar Negeri, Dosen Paramadina Tekankan Pentingnya Manajemen Diri

“Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi dan pembelajaran di negara penempatan, supaya mereka tidak gagal karena ada perbedaan kultur dalam kerja di luar negeri dan Indonesia dan bisa menempatkan diri” ungkap Dwi Purbaningrum.

Dwi Purbaningrum saat memberikan sambutan pada Penguatan Komunikasi Global bagi Calon PMI SMK Go Global.

DEPOK, SWARA JAKARTA – Bekerja di luar negeri menawarkan peluang karir dan finansial yang menjanjikan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, tantangan adaptasi budaya sering kali menjadi batu sandungan utama yang menyebabkan terganggunya produktivitas pekerja migran di negara penempatan.

Sebagai langkah antisipasi strategis untuk cegah culture shock kerja luar negeri, pentingnya pembekalan manajemen diri secara komprehensif kembali disorot oleh para pakar akademik.

Fokus krusial ini mengemuka dalam kegiatan Penguatan Komunikasi Global yang diikuti secara antusias oleh 50 calon pekerja migran di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ISO Japan, Depok, Senin (15/6/2026).

Kegiatan strategis ini diinisiasi langsung oleh Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina yang berkolaborasi dengan LPK ISO Japan, serta mendapat dukungan penuh dari PT Pupuk Indonesia Logistik. Inisiatif yang merupakan bagian dari proyek mata kuliah Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial ini hadir guna menyukseskan program prioritas pemerintah, yakni SMK Go Global.

Pentingnya Kesiapan Mental dan Adaptasi Budaya

Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Universitas Paramadina, Dwi Purbaningrum, mengaku terkesan dengan model pembelajaran para lulusan SMK yang mengikuti pelatihan di ISO Japan. Menurutnya, kompetensi teknis saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan ketahanan mental.

“Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi dan pembelajaran di negara penempatan, supaya mereka tidak gagal karena ada perbedaan kultur dalam kerja di luar negeri dan Indonesia dan bisa menempatkan diri,” paparnya.

Pemberdayaan sosial, sambung Dwi, menjadi salah satu jalan esensial yang bisa diadopsi oleh Pemerintah, pemangku kepentingan, industri, maupun perusahaan untuk meningkatkan keahlian lulusan SMK agar bisa diterima dan bertahan di pasar global.

Sebagai simulasi kondisi nyata untuk cegah culture shock kerja luar negeri, para peserta mengikuti sesi penguatan komunikasi global ini dengan cara berdiri. Hal tersebut disesuaikan dengan kebiasaan pembelajaran mereka di LPK ISO Japan. Pasalnya, ketika nanti bekerja di Negeri Sakura, para calon pekerja migran ini akan diuji ketahanan bekerja berjam-jam berdiri, terutama di sektor manufaktur.

Materi Relevan dan Respons Antusias Peserta

Penguatan materi kegiatan disusun secara khusus untuk menjawab tantangan komunikasi pekerja migran, mencakup Public Speaking yang diisi jurnalis Kompas TV Valentina Sitorus, Branding Diri bersama edukator Anissa Nurul Rahma, dan sesi Bijak Bermedia Sosial di Jepang oleh Fifa Chazali dari Tirto.id.

Salah satu peserta lulusan SMK asal Indramayu, Diah Revani (21), mengaku kegiatan ini sangat seru, terlebih adanya sesi hipnoterapi.

“Kegiatan ini sangat memotivasi kami. Kami berharap tim kami yang akan segera berangkat nanti diperlancar, dan ilmu yang kami dapat hari ini menjadi bekal kami terima kasih untuk Universitas Paramadina,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Haikal (20), asal Palu, Sulawesi Tengah. “Sangat seru dan kita di sini banyak ilmu dalam bermedia sosial, publik speaking diberikan tata cara bagaimana baiknya untuk bermedia sosial, diberitahu risikonya agar lebih berhati-hati agar lebih kedepan,” ujarnya.

Panita pelaksana dan peserta Penguatan Komunikasi Global bagi calon PMI program SMK Go Global.

Filosofi Kaizen dan Dorongan untuk Sektor Formal

Ketua Pelaksana acara ini, Andreas Wellman Marbun, turut berterima kasih atas dedikasi peserta dari pagi hingga sore. Ia menekankan bahwa kesuksesan Jepang dibangun berdasarkan filosofi Kaizen, yakni proses perubahan konsisten menuju arah yang lebih baik.

“Hari ini kita memberikan materi ada soal komunikasi untuk menjadi bekal di Jepang. Kemudian dibawa kembali ke Indonesia disebarkan ke teman-teman Indonesia, sehingga semua terinfluence bahwa kerja keras kedisplinan dan etika serta kesuksesan tidak dibangun sehari, tetapi dibangun dari hasil kerja keras,” pungkas Andreas.

“Teman-teman sudah bekerja keras dalam beberapa bulan belakangan ini sebentar lagi akan berangkat. Semoga sukses untuk teman-teman nanti di sana, semoga bisa membawa nama baik keluarga, bisa membahagiakan keluarga,” tambahnya.

Presiden Direktur PT Bersama yang menaungi LPK ISO Japan, Yadi Suryadi, menyambut baik kolaborasi mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina untuk melengkapi keahlian siswa-siswinya yang belum tersentuh ilmu komunikasi secara mendalam.

“Kami sangat senang akan menjadi nilai plus. Saya katakan kepada anak-anak coba lihat dan adopsi serta terapkan. Karena tidak hanya bekerja, tapi mereka harus menjadi wajah Indonesia dengan pola komunikasi yang baik,” ujarnya.

Yadi juga menaruh harapan besar pada sinergi lintas sektor dalam kerangka program Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) ini.

“Saya berharap Pemerintah selain melihat sektor informal, mendukung juga yang formal. Karena yang formal ini sasarannya kepada anak-anak muda yang ketika lulus sekolah sudah bisa bekerja bahkan di luar negeri dengan Upskilling Komunikasi yang mumpuni,” pungkasnya.

Member Of PJN Media

member of pjn media
member of pjn media

Klik Disini Untuk Penelusuran :

PJN Media     PJN TV   PJN Press   Media Java News    Andalaska News     

Borneonusa News     Nusaselebes News    Nusapapua News  

Pelacak Kasus     Mediastara    Inforiksa    Zetta News   Rims Media   

Swara Jakarta   Jabarnusa News  Kabar Kaltim   Sprit Sumsel   

Swara Halmahera    Kabar Mataram   Swara Kupang  Kabar Gorontalo

Powered by Rims Digitech